Ketika Saya duduk dibangku kelas 2 SMA, saya sudah mulai kebingungan bagaimana untuk memilih jurusan apa yang akan saya ambil saat saya sedang kuliah nanti, Saya akan kuliah dimana, hal- hal seperti itulah yang sempat menghantui pikiran saya. Bagaimana kalau saya tidak menemukan apa yang menjadi passion saya, sempat berpikir juga bisa-bisa saya tidak kuliah. Karena pada waktu sebenarnya saya ingin masuk jurusan kedokteran atau kalau tidak ya jurusan arsitektur layaknya beberapa anak yang ada di sekolah saya waktu itu. Oh ya, ngomgong-ngomong saya adalah alumni dari SMA Negeri 2 Malang. Namun singkat cerita, berjalannya waktu saat saya sudah memasuki momen momen persiapan Ujian Nasional saya mengurungkan niat saya untuk menjadi seorang dokter. Saya melihat bahwa passion saya bukanlah pada bidang tersebut. Mungkin keren ya kalau semisal saya bisa menjadi seorang dokter atau arsitektur. Namun saya yakin saya tidak akan mampu bertahan kalau kemampuan dan minat saya saja bukan di bidang tersebut. Waktu itu saya juga bingung ingin mendaftar perguruan tinggi mana karena saya juga tidak memiliki cukup banyak koneksi. Jadi saya memutuskan waktu itu dengan papa saya untuk mencoba berkeliling mencari informasi.
Setelah sekian lama saya berputar mencari informasi mengenai perguruan tinggi, saya ingat jika ada Universitas swasta yang baru dibangun bernama Universitas Ma Chung. Sebelumnya teman gereja saya pernah memberi tahu saya dan mengajak saya untuk masuk dan mendaftar disana. Pada saat itu saya masih belum tertarik untuk mendaftar karena waktu itu belum ada jurusan kedokteran maupun arsitektur. Akhirnya waktu saya melihat brosur, saya melihat bahwa hanya ada 7 program studi waktu itu. Pada dasarnya saya merasa agak sedikit bingung juga untuk memilih, namun saya memutuskan untuk memilih Prodi Teknik Industri. Alasan saya memilih karena prospek kerja sangat luas dan saya saat dibangku SMA memilih jurusan IPA jadi tidak ada halangan untuk memilih prodi tersebut. Pada waktu itu saya masih belum membawa perlengkapan file-file yang harus di sertakan pada pendaftaran maka dari itu saya memutuskan untuk membeli formulir terlebih dahulu daripada nanti kehabisan formulir dan tidak dapat mendaftar. Saya masih ingat saat itu harga untuk membeli formulir adalah sebesar Rp 150.000,00 dengan diberikan bonus botol minum dari Universitas Ma Chung.
Lalu pada keesokan harinya, saya kembali dengan membawa kelengkapan file seperti yang diminta. Pada waktu berbincang mengenai pembayaran, saya termasuk dalam golongan prestasi dan tidak perlu mengeluarkan cukup banyak uang, meski menurut saya itu tetap saja sangat mahal. Pada waktu itu juga sempat ditawarkan apakah mau mengikuti ujian tertulis dari pihak Ma Chung untuk lebih meringankan lagi beban yang harus ditanggung. Ujian yang diadakan tertulis sesuai dengan jurusan yang akan kita ambil. Jadi jika ingin masuk Program Studi Manajemen maka harus mengikuti ujian IPS sedangkan jika ingin masuk Program Studi Teknik Industri harus mengikuti ujian IPA. Namun hasil dari tes saya waktu itu tetap masuk pada jalur prestasi jadi saya tetap membayar pada range jalur prestasi. Yang unik yang berbeda dari kampus-kampus lain adalah Universitas Ma Chung tidak mengenalkank kampus mereka dengan cara perploncoan seperti yang diberitakan saat-saat ini rentan sekali terhadap penyiksaan mental dan fisik. Kami menyebutnya Machung Festival.
Didalam kegiatan ini para mahasiswa baru diajarkan mengenai beberapa softskill yang mengajarkan bagaimana cara presentasi, bagaimana untuk tidak melakukan kegiatan yang plagiat di bidana akedemik yang mencakup dalam kegiatan menulis jurnal, artikel dsb. Pada waktu itu kegiatan diselenggarakan kurang lebih selama 2 minggu. Ada juga kegiatan yang bernama Ma Chung Race, dimana kegiatan tersebut adalah serangkaian kegiatan yang diadakan untuk mengenal seluruh direktorat yang ada di Universitas Ma Chung. kami waktu itu dibagi beberapa kelompok mentor agar kami melakukan kegiatan Ma Chung Festival secara berkelompok dengan terdiri dari program studi yang berbeda.
Setelah sekian lama hampir 3 tahun tehitung mulai dari tahun 2012 hingga sampai saat ini saya belajar Di Universitas Ma Chung terkhususnya Program Studi tecinta Teknik Industri saya menyadari bahwa saya ditempatkan oleh Tuhan di tempat yang tepat. Saya belajar banyak hal bukan hanya berdasarkan sisi akademis saja namu juga saya belajar mengenai etika dalam berbisnis, etika dalam berkomunikasi, etika dalam bersosialisasi, terutama bagaimana saya harus mengalikasikan ilmu yang sudah saya terima kepada lingkungan masyarakat sekitar. Saya menayadari bahwa saya menemukan jurusan yang tepat bagi kehidupan saya.
Akhir kata, saya ingin membagikan pengalaman saya kepada setiap pemabca artikel tulisan saya. Jangan pernah putus asa dan bermimpi. Saya dulu yang tidak tahu harus kemana, tidak tahu harus ambil jurusan apa akhirnya saya menemukan pilihan yang tepat. Selain itu, saya juga mengimbau kepada setiap pembaca artikel saya ini jika kalian bingung untuk memilih jurusan apa yang akan kalian ambil saat kuliah nanti saya sarankan ambillah jurusan Teknik Industri. Mengapa demikian? Karena kalian belajar banyak dan membimbing kalian menjadi manager yang baik. Karena kita tahu bahwa untuk setiap apa yang kita lakukan di dalam dunia ini harus di manage yang baik sehingga semua berjalan dengan baik, Selain itu memang prospek kerja dari lulusan teknik industri sangatlah luas. Dan apabila kalian bingung untuk memilih Universitas mana yang akan kalian pilih maka pilihlah Universitas Ma Chung karena kalian tidak akan pernah menyesal menuntut ilmu di tempat ini :)
No comments:
Post a Comment