Monday, September 21, 2015

Peran Penting sarjana Teknik Industri Universitas Ma Chung bagi UMKM yang signifikan

Jika pada postingan sebelumnya saya membahas mengenai peran penting dari Teknologi Informasi bagi bisnis UMKM, maka pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi pengalaman mengenai bagaimana peran sarjana Teknik Industri khususnya mahasiswa Teknik Industri Universitas Machung dalam pengembangan UMKM Indonesia. Namun, Sebelum melangkah ke penjelasan tersebut saya akan berbagi pengalaman mengenai almamater saya yaitu Universitas Ma Chung dan juga pengalaman saya sebagai mahasiswa di sana. So, here we go..

UNIVERSITAS MA CHUNG 

Logo Universitas Ma Chung

Mengenai info dan penjelasan dapat langsung klik link iniSaya sangat bangga menjadi bagian dari keluarga Universitas Machung. Mengapa demikian?? Dulu pada awalnya saya hanya menganggap ini hanyalah sebuah Universitas baru yang tujuannya untuk mendapatkan sebuah keuntungan dari masyarakat karena lokasinya yang dekat dengan beberapa sekolah swasta. Namun, setelah saya mengenal bagaimana sejarah Universitas Ma Chung, saya menyadari bahwa saya telah memilih Universitas yang tepat dalam saya melanjutkan studi sarjana saya. Dimana di Universitas Machung terdapat pendidikan character building yang saya yakin berbeda dengan universitas lainnya. Mengapa demikian? Karena saya disini diajarkan bagaimana menyikapi bagaimana menanggapi masalah dari berbagai perspektif baik mengenai Agama, Sejarah, Budaya, Politik, dsb. Namun bukan berarti yang kita kerjakan setiap hari adalah hal-hal yang berbau non-akademis. Namun apalah artinya kita menguasai kemampuan kita di bidang akademik jika kita tiak mampu membagikan pada masyarakat sekitar. apalah artinya jika kita memiliki berbagai talenta yang Tuhan titipkan jika kita tidak mampu bersosialisasi. Apalah artinya kemampuan kita jika kita tidak mengerti akan keadaan yang terjadi di negara kita sendiri. 
PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNIV. MA CHUNG

Logo Himpunan Mahasiswa Teknik Industri Universitas Ma Chung
Lalu selanjutnya saya akan berbagi pengalaman mengenai Program Studi Teknik Industri yang saat ini sedang saya jalani di Universitas Ma Chung. Untuk infonya bisa klik link ini. Awalnya saya tidak pernah menginginkan untuk masuk program studi ini. Saya masih belum mengerti apa yang akan saya pelajari. Namun karena keadaan yang mengharuskan seperti ini maka akhirnya saya mengambil jurusan ini. Namun setelah hampir 7 semester saya menjalankan studi saya mengerti bahwa lulusan teknik industri dibutuhkan dimana saja. Baik bagian engineer, perbankan maupun manajemen suatu pabrik/perusahaan karena di Teknik Industri kita akan diberikan bermacam-macam jenis mata kuliah yang tidak hanya berbicara mengenai teknik. Namun seperti psikologi industri, akuntansi biaya, matematika teknik, manajemen proyek, manajemen strategi, dll. Bisa dibilang ini adalah jurusan gado-gado. Memang tidak secara mendalam kita mempelajarinya akan tetapi menurut saya yang menjadi inti dari Teknik Industri adalah PPIC (Production Planning and Inventory Control) atau nama lainnya Perencanaan dan Pengendalian Produksi. 

Baiklah sekian perkenalan Almamater saya. Dan sekarang mari kita lanjutkan pembicaraan utama kita yaitu mengenai peran sarjana Teknik Industri Universitas Machung dalam perkembangan UMKM di Indonesia. 

ANALISIS SOSIAL ITU MATA KULIAH KAMI 


Analisis sosial adalah salah satu materi utama yang ada di dalam pendidikan character building di Universitas Machung dan ini sifatnya wajib. Untuk menemukan masalah pada suatu bisnis UMKM bai itu nantinya merupakan peningkatan mutu dan kualitas maupun perubahan cara yang digunakan pasti memerlukan analisis sosial untuk mengetahui gambaran yang terjadi pada lingkungan sekitar bisnis UMKM yang mungkin sudah berdiri cukup lama. Menurut Holland Henriot definisi dari analisis sosial adalah  "usaha memperoleh gambaran yang lebih lengkap tentang sebuah situasi sosial dengan menggali hubungan-hubungan sejarah dan strukturalnya". Dalam mata kuliah ini mahasiswa diwajibkan membentuk kelompok lalu memilih beberapa tempat yang sudah ditentukan oleh dosen pengampu untuk dilakukan analisis sosial. Tempat yang kami kunjungi rata-rata merupakan tempat bisnis UMKM. Disana kami melakukan kegiatan sosialisasi dengan tujuan kedatangan kami sambil melakukan analisis sosial. Setelah kami mengetahui masalah yang terjadi kami mencari bagaimana solusinya. Setelah kami menemukannya kami koordinasikan dengan pemilik UMKM sambil kami menuangkan ide kami ke dalam proposal PKM - M (Pengabdian Masyarakat) yang jika disetujui proposal kami akan didanai okeh Dikti. 

PROGRAM KERJA I-SOS (INDUSTRIAL SOCIAL)

Selain itu, Himpunan Mahasiswa Teknik Industri mengadakan program kerja yang bersifat sosial dimana peserta program kerja ini melakukan kegiatan Live In pada desa tertentu dimana ikut berkegiatan dengan warga setempat. Waktu itu saya bersama dengan teman-teman Teknik Industri melakukan Live In pada desa kucur yang terletak di Kecamatan Dau,Kota Malang. Kami melakukan kunjungan pada bisnis UMKM permen lollipop. Dan ada beberapa lagi kelompok yang berkunjung pada UMKM pembuatan masker, UMKM pembuatan jamu, UMKM pembuatan kue carangmas. Langkah awal yang kami lakukan masih dengan cara yang sama yaitu analisis sosial yang mencakup bagaimana proses produksi, kendala apa yang dialami dan cara apa yang selama ini sudah dilakukan untuk mengatasi kendala yang terjadi. Dengan adanya informasi tadi kita dapat mengerti solusi apa yang akan diberikan kepada pelaku bisnis UMKM tersebut.


Saturday, September 19, 2015

Faktor Penting Dalam Mempercepat Bisnis dan Meningkatkan Daya Saing UMKM


Faktanya,

Kita tidak dapat mengelak jika UMKM yang ada di Indonesia merupakan salah satu pelaku ekonomi terbesar yang mampu memberikan kontribusi cukup besar terhadap perekonomian Indonesia dan sudah terbukti mampu menjadi penyangga (buffer) dalam perekonomian Indonesia. Karena selain menjadi penunjang, bisnis UMKM menjadi sumber lapangan pekerjaan bagi banyak masyarakat Indonesia. tercatat pada tahun 2009 terdapat 587 ribu unit UMKM di Indonesia yang memberikan lapangan pekerjaan bagi sekitar dari 6 juta lebih masyarakat lokal yang bertempat tinggal di sekitar lokasi usaha [1].

Namun tetap saja hal ini masih memiliki kekurangan karena UMKM tidak seperti perusahaan yang memiliki keberpihakan bank yang tinggi. Di lain pihak, pasar bebas yang sudah memasuki Indonesia menjadikan keberadaan UMKM agak sedikit kurang menguntungkan. Bagaimana tidak, metode pemasaran produk dari UMKM terkadang masih kurang efektif dan masih dibilang belum bisa bersaing dengan produk-produk dari pasar bebas. Oleh karena itu diperlukannya suatu teknologi yang mampu mempercepat bisnis UMKM ini.Nah,dengan adanya teknologi informasi ini lah yang akan membantu UMKM dalam meningkatkan daya saing bisnis mereka. Kita menyebutnya E-Commerce.

LIHAT JUGA : Peran Penting sarjana Teknik Industri Universitas Ma Chung bagi UMKM yang signifikan

Apa itu E-Commerce?

E-Commerce merupakan kepanjangan dari Electronic Commerce yaitu konsep yang bisa digambarkan sebagai proses jual beli barang pada internet atau proses jual beli atau pertukaran produk, jasa, dan informasi melalui jaringan informasi termasuk internet [2]. Berikut merupakan perbedaan dari bisnis yang berbasiskan teknologi dan tidak :

Siklus Penjualan
Bisnis Tradisional
Bisnis Elektronik
Mencari informasi barang/jasa yang diperlukan
Majalah, katalog, surat kabar, bentuk-bentuk tercetak
Situs web
Memeriksa harga
Katalog tercetak
Katalog online
Memelihara ketersediaan barang dan harganya
Telepon, fax
Situs web
Melakukan pemesanan
Surat, fax, dan bentuk-bentuk tercetak lainnya
Surat elektronik (e-mail), social media
Mengirimkan pesanan
Surat, fax
Surat elektronik, halaman web
Mengurutkan pesanan
manual
Basis data
Memeriksa barang di gudang
Bentuk tercetak, telepon, fax
Basis data, web
Menjadwalkan pengiriman
Bentuk tercetak
Surat elektronik, Basis data
Membuat invoice
Bentuk tercetak
Basis data
Mengirimkan pesanan
pengirim
Pengirim
Konfirmasi pesanan
Surat, telepon, fax
Surat elektronik
Mengirimkan  invoice dan menerima invoice
surat
 Surat elektronik, EDI
Jadwal pembayaran
Bentuk tercetak
Basis data, EDI
Mengirim dan menerima bukti pembayaran
Surat
EDI, EFT

Sumber: Sholekan (2009;16)

Dengan perbedaan yang sudah dijabarkan melalui tabel diatas maka dapat diketahui dan dapat disimpulkan bahwa bisnis yang menggunakan teknologi informasi saat ini sangat menguntungkan. Mengapa demikian?? Karena sarana yang dipakai tidak terlalu sulit sehingga meringankan pelaku bisnis. Selain itu, semua masyarakat umum rata-rata sudah memiliki jaringan/koneksi internet pada gadget mereka masing-masing yang sewaktu-waktu dapat melihat halaman web yang sudah disediakan. Hal ini akan menimbulkan keuntungan bagi pengusaha UMKM maupun pelanggan [1].
- Bagi Pengusaha
1. Masyarakat luas mampu mengenal profil dari UMKM atau pemilik dari informasi yang disediakan di web.
2. Jangkauan pemasaran lebih luas ketimbang menyebarkan katalog melalui buku cetak.
3. Efisiensi tenaga dan waktu karena akan sangat mengurangi biaya operasional
4. Perusahaan dapat menambah jaringan kerja (mitra bisnis)

- Bagi Masyarakat
1. Mengurangi waktu yang diperlukan untuk mencari barang/jasa.
2. Membuka peluang lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang bertempat tinggal di daerah sekitar UMKM. Dalam hal ini bisa saja diartikan bahwa ini termasuk usaha untuk meningkatkan sumber daya manusia yang ada.

Bagaimana perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia terutama pada bisnis UMKM?


Secara umum penggunaan Teknologi Informasi di kalangan UMKM di Indonesia masih belum cukup tinggi. Hal ini juga terjadi di banyak negara, terutama negara berkembang. Beberapa alasan mengapa berbagai UMKM masih belum menggunakan Teknologi Informasi adalah kesesuaian Teknologi Informasi terhadap apa yang dibutuhkan UMKM menjadi salah satu penentu apakah UMKM menggunakannya atau tidak. Alasan lain yaitu mengenai kendala biaya dan kapasitas sumber daya manusia mengenai pengetahuan akan Teknologi Informasi perlu mendapat perhatian. Dalam konteks ini, kerumitan terbukti manjadi salah satu penghambat penggunaan Teknologi Informasi oleh UMKM di Indonesia. Meskipun harga Teknologi Informasi yang semakin murah dan terjangkau, namun untuk sebagian besar UMKM, hal ini masih merupakan barang mahal. Selain masalah tadi, juga terdapat masalah yang menjadi penghambat penggunaan Teknologi Informasi pada bisnis UMKM. Pada dasarnya terbagi menjadi eksternal dan internal [3].

-Masalah Internal : 
1. Kesadaran maupun kemauan dari para pengusaha untuk menerapkan Teknologi Infromasi masih sangat minim. 
2. Keterbatasan modal untuk melakukan inovasi dan peningkatan sistem pada bisnis UMKM.
3. Lemahnya akses dan terbatasnya informasi tentang sumber teknologi dan pengetahuan tertentu.

Masalah Eksternal : 
1. Proses alih teknologi kepada UMKM dikatakan masih belum optimal, seperti keterbatasan tenaga pendamping di lapangan. 
2. Publikasi mengenaiTeknologi Informasi yang dapat digunakan masih sangat terbatas dan penyebarannya belum menjangkau UMKM di seluruh pelosok Indonesia.


References

1. Fathul Wahid, L. I. (2007). Adopsi Teknologi Informasi Oleh Usaha Kecil Dan Menengah Di Indonesia. 76.

2. Sholekan. 2009. E-commerce. Telkom PDC. Bandung

3. Suyanto, M. (2005). Aplikasi IT untuk UKM Menghadapi Persaingan Global. Yogyakarta.

4. .Mohamad Rifqy Roosdhani, P. A. (2012). Analisis Tingkat Penggunaan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Pada Usaha Kecil Menengah Di Kab. Jepara. 95.