Faktanya,
Kita tidak dapat mengelak jika UMKM yang ada di Indonesia merupakan salah satu pelaku ekonomi terbesar yang mampu memberikan kontribusi cukup besar terhadap perekonomian Indonesia dan sudah terbukti mampu menjadi penyangga (buffer) dalam perekonomian Indonesia. Karena selain menjadi penunjang, bisnis UMKM menjadi sumber lapangan pekerjaan bagi banyak masyarakat Indonesia. tercatat pada tahun 2009 terdapat 587 ribu unit UMKM di Indonesia yang memberikan lapangan pekerjaan bagi sekitar dari 6 juta lebih masyarakat lokal yang bertempat tinggal di sekitar lokasi usaha [1].
Namun tetap saja hal ini masih memiliki kekurangan karena UMKM tidak seperti perusahaan yang memiliki keberpihakan bank yang tinggi. Di lain pihak, pasar bebas yang sudah memasuki Indonesia menjadikan keberadaan UMKM agak sedikit kurang menguntungkan. Bagaimana tidak, metode pemasaran produk dari UMKM terkadang masih kurang efektif dan masih dibilang belum bisa bersaing dengan produk-produk dari pasar bebas. Oleh karena itu diperlukannya suatu teknologi yang mampu mempercepat bisnis UMKM ini.Nah,dengan adanya teknologi informasi ini lah yang akan membantu UMKM dalam meningkatkan daya saing bisnis mereka. Kita menyebutnya E-Commerce.
LIHAT JUGA : Peran Penting sarjana Teknik Industri Universitas Ma Chung bagi UMKM yang signifikan
Apa itu E-Commerce?
E-Commerce merupakan kepanjangan dari Electronic Commerce yaitu konsep yang bisa digambarkan sebagai proses jual beli barang pada internet atau proses jual beli atau pertukaran produk, jasa, dan informasi melalui jaringan informasi termasuk internet [2]. Berikut merupakan perbedaan dari bisnis yang berbasiskan teknologi dan tidak :
Siklus Penjualan
|
Bisnis
Tradisional
|
Bisnis
Elektronik
|
Mencari
informasi barang/jasa yang diperlukan
|
Majalah,
katalog, surat kabar, bentuk-bentuk tercetak
|
Situs web
|
Memeriksa harga
|
Katalog tercetak
|
Katalog online
|
Memelihara
ketersediaan barang dan harganya
|
Telepon, fax
|
Situs web
|
Melakukan
pemesanan
|
Surat, fax, dan
bentuk-bentuk tercetak lainnya
|
Surat elektronik
(e-mail), social media
|
Mengirimkan
pesanan
|
Surat, fax
|
Surat
elektronik, halaman web
|
Mengurutkan
pesanan
|
manual
|
Basis data
|
Memeriksa barang
di gudang
|
Bentuk tercetak,
telepon, fax
|
Basis data, web
|
Menjadwalkan
pengiriman
|
Bentuk tercetak
|
Surat
elektronik, Basis data
|
Membuat invoice
|
Bentuk tercetak
|
Basis data
|
Mengirimkan
pesanan
|
pengirim
|
Pengirim
|
Konfirmasi
pesanan
|
Surat, telepon,
fax
|
Surat elektronik
|
Mengirimkan
invoice dan menerima invoice
|
surat
|
Surat elektronik, EDI
|
Jadwal
pembayaran
|
Bentuk tercetak
|
Basis data, EDI
|
Mengirim dan
menerima bukti pembayaran
|
Surat
|
EDI, EFT
|
Dengan perbedaan yang sudah dijabarkan melalui tabel diatas maka dapat diketahui dan dapat disimpulkan bahwa bisnis yang menggunakan teknologi informasi saat ini sangat menguntungkan. Mengapa demikian?? Karena sarana yang dipakai tidak terlalu sulit sehingga meringankan pelaku bisnis. Selain itu, semua masyarakat umum rata-rata sudah memiliki jaringan/koneksi internet pada gadget mereka masing-masing yang sewaktu-waktu dapat melihat halaman web yang sudah disediakan. Hal ini akan menimbulkan keuntungan bagi pengusaha UMKM maupun pelanggan [1].
- Bagi Pengusaha
1. Masyarakat luas mampu mengenal profil dari UMKM atau pemilik dari informasi yang disediakan di web.
2. Jangkauan pemasaran lebih luas ketimbang menyebarkan katalog melalui buku cetak.
3. Efisiensi tenaga dan waktu karena akan sangat mengurangi biaya operasional
4. Perusahaan dapat menambah jaringan kerja (mitra bisnis)
- Bagi Masyarakat
1. Mengurangi waktu yang diperlukan untuk mencari barang/jasa.
2. Membuka peluang lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang bertempat tinggal di daerah sekitar UMKM. Dalam hal ini bisa saja diartikan bahwa ini termasuk usaha untuk meningkatkan sumber daya manusia yang ada.
Bagaimana perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia terutama pada bisnis UMKM?
Secara umum penggunaan Teknologi Informasi di kalangan UMKM di Indonesia
masih belum cukup tinggi. Hal ini juga
terjadi di banyak negara, terutama negara berkembang. Beberapa alasan mengapa berbagai UMKM masih belum menggunakan Teknologi Informasi adalah kesesuaian Teknologi Informasi terhadap apa yang dibutuhkan UMKM menjadi salah satu penentu apakah UMKM menggunakannya atau tidak. Alasan lain yaitu mengenai kendala biaya dan kapasitas sumber daya manusia mengenai pengetahuan akan Teknologi Informasi perlu mendapat perhatian. Dalam konteks ini, kerumitan terbukti manjadi salah satu penghambat penggunaan Teknologi Informasi oleh UMKM di Indonesia. Meskipun harga Teknologi Informasi yang semakin murah dan terjangkau, namun untuk sebagian besar UMKM, hal ini masih merupakan barang mahal. Selain masalah tadi, juga terdapat masalah yang menjadi penghambat penggunaan Teknologi Informasi pada bisnis UMKM. Pada dasarnya terbagi menjadi eksternal dan internal [3].
-Masalah Internal :
1. Kesadaran maupun kemauan dari para pengusaha untuk menerapkan Teknologi Infromasi masih sangat minim.
2. Keterbatasan modal untuk melakukan inovasi dan peningkatan sistem pada bisnis UMKM.
3. Lemahnya akses dan terbatasnya informasi tentang sumber teknologi dan pengetahuan tertentu.
Masalah Eksternal :
1. Proses alih teknologi kepada UMKM dikatakan masih belum optimal, seperti keterbatasan tenaga pendamping di lapangan.
2. Publikasi mengenaiTeknologi Informasi yang dapat digunakan masih sangat terbatas dan penyebarannya belum menjangkau UMKM di seluruh pelosok Indonesia.
References
1. Fathul Wahid, L. I. (2007). Adopsi
Teknologi Informasi Oleh Usaha Kecil Dan Menengah Di Indonesia. 76.
2. Sholekan. 2009. E-commerce. Telkom PDC. Bandung
3. Suyanto, M. (2005). Aplikasi IT untuk
UKM Menghadapi Persaingan Global. Yogyakarta.
4. .Mohamad Rifqy Roosdhani, P. A. (2012). Analisis Tingkat Penggunaan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Pada Usaha Kecil Menengah Di Kab. Jepara. 95.
No comments:
Post a Comment